PENYUSUNAN DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2026–2030.
BPBD Kota Tanjungbalai melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 yang berlangsung di Kantor Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungbalai Utara. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BPBD Kota Tanjungbalai, Bapak M. Idris, SH, didampingi Sekretaris BPBD Kota Tanjungbalai,Bapak Pinrizky Lubis, SE, serta Kepala Bidang Mitigasi, Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan, Bapak Aryo Sigit, S.TP., M.M.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengidentifikasi potensi ancaman bencana, kerentanan, serta kapasitas daerah sebagai dasar perencanaan penanggulangan bencana untuk lima tahun ke depan.
Pembahasan meliputi potensi banjir, cuaca ekstrem, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan meteorologis, likuefaksi, serta penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Berdasarkan hasil kajian sementara, risiko banjir berada pada kelas tinggi dengan potensi penduduk terpapar sekitar ±15.321 jiwa dan estimasi kerugian Rp1,6 triliun. Sementara itu, cuaca ekstrem diperkirakan berdampak pada ±253 ribu jiwa dengan estimasi kerugian Rp2 triliun, sedangkan risiko gempa bumi berada pada kelas rendah dengan potensi penduduk terpapar sekitar ±153 ribu jiwa.
Melalui FGD ini, dilakukan pembahasan dan validasi data serta peta risiko bencana guna memastikan kesesuaian hasil kajian dengan kondisi wilayah Kota Tanjungbalai. Proses ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan dokumen KRB agar lebih akurat, terpadu, dan dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan.
Sebagai tindak lanjut, dokumen KRB Tahun 2026–2030 akan disempurnakan sebelum memasuki tahapan diskusi publik dan asistensi lanjutan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Diharapkan, dokumen KRB Tahun 2026–2030 dapat menjadi pedoman dalam penyusunan kebijakan dan program mitigasi, pencegahan, kesiapsiagaan, serta pengurangan risiko bencana, sehingga upaya penanggulangan bencana di Kota Tanjungbalai dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan.
Bersama membangun kesiapsiagaan, dalam Menuju Tanjungbalai Emas.
